Search This Blog

Monday, April 24, 2017

Review and Giveaway 'Seribu Tahun Mencintaimu"

Judul: Seribu Tahun Mencintaimu
Penulis: Sanie B. Kuncoro, Pringadi Abdi, Faisal Syahreza, Naminist, Novanka Raja, Dodi Prananda, Alvian Hanandi, Andhika Rahmadian Purnama, Nikotopia
Penyunting: Nikotopia
Pemindai Aksara: Jenny M. Indarto
Penggambar Sampul: Imam Bucah
Tebal: 253 halaman
ISBN: 978-602-6799-23-4
Penerbit: Exchange



"Cinta hadir untuk dirasakan. Cinta seperti benih, harus disiram dan dijaga, dengan hati yang baik dan rasa percaya. Cinta akan membebaskanmu untuk menjadi sejatinya dirimu."  (Hlm. 52)


Cerita tentang memang tak ada habisnya. Kita juga telah banyak membaca dan mendengar ragam kisah cinta yang entah untuk keberapakalinya dituliskan dan dikisahkan ulang. Tetapi, buku ini membawakan cinta dengan rasa lain. Esensinya tetap cinta, tetapi para pelaku cintanya yang  berbeda. Bayangkan seekor tikus yang mencintai kucing pemangsanya, atau seekor belalang yang jatuh cinta pada bocah baik yang dilihatnya di lapangan bola, atau yang lebih absurd lagi, cinta jalan kepada wanita yang menapakinya. Tidak ada yang gila ketika berkenaan dengan cinta. Dan, karena orang bilang cinta itu universal, maka sah-sah saja ketika ikan mas koki jatuh cinta pada pemilik toko ikan yang menjualnya. Seperti yang dikisahkan dalam buku ini, akan kita temukan 13 kisah tentang cinta dengan beragam warnanya.

1. Seribu Tahun Mencintaimu
Ini adalah cerita paling panjang sekaligus paling saya sukai di buku ini. Ada sedikit elemen fantasi di dalamnya, genre cerita favorit saya. Ceritanya, ada tikus yang jatuh cinta pada seekor kucing. padahal, kucing itu dulu telah memangsa ayahnya. Bagaimana ceritanya seekor tikus bisa cinta sama kucing padahal kucing aja nggak cinta sama saia *skipp? Yang jelas, inilah bentuk cinta paling luar biasa. Orang bijak bilang, ketika kamu bahkan sudah mencintai musuhmu, maka saat itulah cintamu sudah mencapai kesempurnaan yang paripurna. Dan kisah pertama ini, indah dengan caranya sendiri.

2. 3 Warna
Ini adalah cerita kedua favorit saya. Secara teknik bercerita, kisah karya mbak Sanie ini juwara. Teknik penceritaan adalah yang paling matang menurut saya dibandingkan kisah-kisah yang lain. Dari awal, mbak Sanie membuat pembaca bertanya-tanya ini kisahnya siapa dan cinta siapa yang tengah diceritakan sebelum ending yang menghangatkan hati akan menyambut kita di endingnya.

3. Hitam Putih Merpati
Kadang, cinta yang besar pun tidak terlampau besar untuk bisa mematahkan penghalang yang ada. terlebih, ketika penghalang itu telah mengakar kuat dalam budaya kita. Inilah kisah kasih tak sampai si merpati hitam pada si merpati putih. 

4.  Mas Kawin dan Mas Koki
Ketika ada seekor mas koki cemburu pada mas-mas yang hendak melamar gadis penjaga toko ikan mas, ceritanya bakal lucu-lucu unyu gimana gitu. Saya suka dengan keteguhan ikan mas yang dari awal sampai akhir sebel sama si mamas. 

5. Pulang
Kisah ini agak beraroma bilogi, eh ekologi. Tentang seekor lutung Jawa yang seperti menolak ketika hendak dipulangkan ke rumah aslinya di Jawa. Dia yang selama ini lahir dan dibesarkan di kebun binatang di Inggris merasakan bahwa cinta sejatinya ada di Inggris, bukan di pulau tempat leluhurnya berasal. Begitulah, rumah seringkali tidak selalu bermakna tempat kita berasal. Rumah yang sejati adalah tempat ketika kita merasa bahagia dan nyaman kembali kepadanya.

6. Selembar Harapan Malam
Tak pernahkan terpikirkan oleh kita, bahwa benda-benda yang kita dekat dengan mereka setiap hari, mungkin saja menjadi saksi dari segala tindakan kita. Seperti dalam kisah ini, sehelai kerudung yang menangis ketika menyaksikan pemiliknya telah mencampakkan kehormatan dirinya sebagaimana dia mencampakkan kain hijab ini. Cerpen ini sedikit 'berkhotbah' menurut saya--hal yang harusnya sebisa mungkin dihindari dalam menulis sastra karena telah merebut hak pembaca untuk menyimpulkan sendiri pesan moral ceritanya.

7. Filosofi Walangkekek
Balas budi juga merupakan salah satu sumber dari terbitnya mata air cinta. Seperti dikisahkan dengan unik di buku ini, tentang seekor belalang yang selalu menempel pada bocah yang tanpa sengaja menolongnya dulu. Tanpa sadar, pertemuan keduanya menjadikan si belalang teman setia si remaja dalam menghadapi hidupnya yang pahit. Walau keduanya tak bisa saling berkomunikasi, tetapi cinta dan persahabatan kadang hadir tanpa perlu ada kata-kata. 

8. Sayap Sepuluh Purnama
Ini juga termasuk cerpen yang saya sukai di buku ini, terutama terkait setting lokalnya yang unik dan jarang ditulis. Diksinya terasa nyastra banget, saya seperti tengah membaca cerpen koran saat membaca cerpen ke delapan ini.

9. Sepasang Sepatu yang Menemukan Cintanya
Dari semua kisah cinta di buku ini, kisah nomor sembilan ini menurut saya adalah yang paling terasa tidak dipaksakan. Jika di kisah-kisah-kisah lain, pelakunya berbeda secara drastis, maka di kisah ini pelakunya sama-sama sepatu. Nah gimana ketika sepatu sneaker ketemu sama sepatu jinjit cewek? Kisah yang unik adalah jawabannya.

10. Napas Terakhir
Cerpen ini memiliki aroma yang sama dengan cerpen ke-6, rupanya karya penulis yang sama. Tema religi tampaknya jadi pilihan sang penulis, yang memberikan warna sejuk di buku ini. Kisah cinta di sini adalah tentang pengurbanan seekor kambing yang hendak dikurbankan di Hari Raya Idul Adha. Dan, lagi-lagi orang bijak bilang, cinta sejati adalah ketika kita selalu siap berkurban untuk sang tercinta.

11. Boneka Kelinci yang Menanti Keajaiban di Sudut Etalase
Dari semua cerpen di buku ini, kisah kesebelas ini adalah satu-satunya yang memiliki plot-twist yang mengejutkan. Kita serasa sedang membaca cerpen psikologis, keren!

12. Mata Uang
Siapakah cinta sejati orang modern? Cinta atau uang? Ataukah cinta itu hanya uang dalam bentuk lain? Kisah kedua belas ini mengingatkan kita untuk sesekali merenung.

13. Jalan yang Salah mencintaimu tapi Tak Menyesal 
Seorang eh selajur jalan yang jatuh cinta pada seorang gadis pelayan kafe yang jatuh cinta pada pria muda pemilik kafe. Sebuah kisah yang absurd tetapi sangat unik dan dibawakan dengan menarik.

Menulis cerpen  itu sulit terutama karena penulis dituntut untuk bercerita dalam porsi yang pendek. lebih sulit lagi ketika temanya adalah teman unik macam di buku ini: cinta antara pihak-pihak yang tidak saja berbeda secara esensi, tapi juga bertentangan menurut hukum alam. Tetapi, selamat kepada para penulis di buku ini. Kalian semua keren karena telah membuktikan lewat cerita tentang agungnya cinta sehingga menerabas batas-batas yang kokoh dan kadang berbahaya.



Tertarik membaca buku ini juga? Nah, kebetulan nih Penerbit Exchange memberikan total  8 BUKU ini GRATIS dalam event blogtour. Di blog Baca Biar beken bakal ada 2 PEMENANG yang masing-masing akan mendapatkan satu novel ini GRATIS.

1.  Wajib menyukai FP Penerbit EXCHANGE
2.  Follow akun instagram Seribu Tahun Mencintaimu, tapi kalau nggak ada IG nggak usah nggak apa-apa kok
3. Share postingan status ini di media sosial
4. Silakan mengisi di kolom komentar postingan ini:

Nama:
Facebook/Twitter:
Email:
link share:
Satu kisah cinta favoritmu (boleh apa saja):

5. Mohon menjawab satu kali saja ya. Plus memiliki alamat kirim di wilayah NKRI.  
6. Satu pemenang akan saya pilih berdasarkan jawaban, dan satu pemenang lagi akan saya pilih berdasarkan sogokan pilihan acak dengan random dot org
7. Jawaban saya tunggu sampai tanggal 30 April 2017 ya.

Terima kasih sudah ikutan.

Monday, April 17, 2017

PENGUMUMAN PEMENANG GIVEAWAY HUT BBI ke-6

Meramaikan HUT Blogger Buku Indonesia yang ke-6, blog Baca Biar Beken ikut mengadakan giveaway alias bagi-bagi buku.  Untuk sekaligus semakin mendekatkan pembaca kepada karya-karya sastra tulisan penulis dalam negeri, saya pilihkan satu hadiah istimewa yakni:






Ini adalah salah satu karya legendaris dari satrawan senior kita Seno Gumira Ajidarma. Lebih spesial lagi, di buku ini juga terdapat ilustrasi-ilustrasi futuristis karya sastrawan-seniman Danarto. Ulasan singkatnya bisa teman-teman baca Basabasi.co di rubrik REHAL. Selain itu, masih ada satu buku bonus dari timbunan saya. Judulnya masih rahasia dan nanti menyesuaikan dengan kekhilafan saya yang tumben banget mau bagi-bagi timbunan.  Pokoknya, pemenang beruntung akan mendapatkan total DUA BUKU gratis yang akan saya kirimkan gratis juga ke alamat pemenang.

Terima kasih, yang ikutan 37 orang. Semua jawaban saya masukkan dan undi dalam random.org. Dan pemenangnya adalah:

 

Selamat untuk nomor jawaban 25, yakni dengan akun Twitter 

https://twitter.com/estiyuliastri 

Selamat untuk Mbak Esti, nanti akan saya hubungi lewat Twitter. Terima kasih juga buat teman-teman lain yang sudah ikutan. Jaya terus BBI, tetap baca dan tetap cinta buku.



Thursday, April 13, 2017

Selamat Ulang Tahun ke-6 untuk Blogger Buku Indonesia



Dulu, ketika saya masih muda, 





sering saya merasa sangat sendirian. Pergi ke sekolah atau kuliah terasa serupa karena jomblo eh singel saya merasa saya berbeda







dengan tubuh yang kecil dan hobi baca buku, saya rupanya bukan jenis cowok yang bisa gampang populer di sekolah






Saya sering sedih sendiri, setelah baca buku bagus tapi nggak bisa heboh tentang buku itu karena sekitar saya jarang yang suka membaca








Semua berubah semenjak saya gabung ke Blogger Buku Indonesia, enam tahun yang lalu. Banyak teman baru yang bisa saja ajak ke negeri fantasi




Bersama teman-teman di BBI, saya tersadarkan kalau membaca itu SEXY


yaaah, walaupun aslinya saya nggak seksi, tapi setidaknya saya merasa sekyeh dengan cara saya sendiri *muntah plasma





Terima kasih BBI, selamat Ulang Tahun yang Keenam. Timbun buku selalu. 



NB: Tidak ada maksud sama sekali menistakan artis Kpop selama pembuatan postingan ini. Ini sekadar mau numpang promo fandom kesayangan. *plak

Sumber gambar:
pinterest.com
img.memesuper.com
Xiumin - Tumblr
Facebook SM Town



Wednesday, April 12, 2017

Historical Romance yang Tak Pernah Selesai Terbaca



Sebagai seorang yang mengaku pembaca buku segala, saya bohong. Sebagai seorang yang timbunannya lebih tinggi daripada tinggi badan, ada satu genre buku yang dari dulu coba saya gerayangi, tetapi entah kenapa saya selalu menyerah di halaman-halaman awal. Kayaknya  membaca karya-karya Borges yang realis-mumet itu lebih bisa saya tahan ketimbang membaca genre ini.  Tologlah saya, belum pernah sekalipun saya berhasil menamatkan satu buku dari genre ini. Genre yang sampulnya khas itu, kalau bukan gambar rumah manor dengan kebun indah di depannya, ya gambar lady-lady dengan gaun anggunnya. Yah, sudah bisa menebak genre apa kan? Yup, inilah histerical romance eh maaf maksudnya historical romance.


Tuesday, April 11, 2017

Jalan Sunyi Seorang Penulis

Nama Muhidin M Dahlan sudah lama dikenal di kalangan perbukuan tanah air. Beberapa bukunya yang khas bersampul hitam dengan tanda tangan unik menyerupai putaran angin juga telah ramai diperbincangkan di kalangan buku indie. Beberapa kali saya berusaha mencoba membaca karya-karyanya, tetapi hanya karya nonfiksi beliau saja yang sanggup saya selesaikan. Mencoba membaca karya fiksi penulis ini awalnya memunculkan rasa ragu dalam diri saya, takut kalau saya akhirnya ikut terseret dalam ranah yang begitu idealis itu sehingga jadi malas untuk berkarya di luar jalur non indie. Selama ini, seperti ada pandangan berbeda antara penerbit indie dan mayor, di mana satu sama lain seolah saling menyinyiri secara diam-diam. Baik kubu indie yang menuduh kubu mayor sebagai penerbit kapitalis yang sudah melupakan idealismenya, maupun kubu mayor yang menuduh indie tidak tahu pasar dan sengaja memiskinkan diri di jalurnya yang sepi. Tetapi, menjadi pembaca berarti berani membaca buku apa saja. Dan untuk event #BBIHUT6 Marathon ini, sedikit nukilan buku yang mengejutkan ini saya sertakan untuk turut meramaikan. Saya yang kerja di dunia buku Jogja aja kaget baca novel bagus ini. Lewat ulasan ini, saya sekaligus ingin mengungkap sedikit sisi gelap penerbitan dunia buku, khususnya di Jogja.

Pada dasarnya tulisan itu tak ada yang orisinal, mengutip Barthes. (hlm. 131)

Friday, April 7, 2017

Rendra, Melawan dengan Puisi

Judul: Orang Orang Rangkasbitung
Penyair: Rendra
Cetakan: Pertama, April 2017
Tebal: 76 halaman
Penerbit: DIVA Press dan Mata Angin


No automatic alt text available.



Samar-samar saya pernah  membaca nama W.S. Rendra saat SMA dulu. Baca namanya doang sih belum baca karyanya. Kemudian pas era kuliah ketemu lagi, kali ini saya sempatkan baca karyanya juga. Sosok Rendra dalam ingatan saya adalah sastrawan berambut gondrong yang kalau lagi membacakan puisi-puisinya terasa banget aura gaharnya. Apalagi, puisi-puisi yang dibacakan Rendra biasanya bernada perlawanan. Dengan ekspresi muka yang sedemikian menghayati isi puisi, serta suaranya yang lantang menggelegar, menyaksikan pembacaan puisi oleh penyair ini niscaya akan mampu menghadirkan kenangan tersendiri. 

Betapa Rendra memang seorang seniman yang total dalam berekspresi, tidak hanya dalam kata-kata yang dipilihnya tetapi juga dalam hal bagaimana ia membawakan puisi-puisi perlawanan tersebut. Tidak heran jika Rendra pernah dikenal sebagai pembaca sanjak termahal di dunia. Konon, pada tahun 1990-an, bayaran untuk satu sesi pembacaan puisi untuk Rendra adalah 3 juta rupiah di Bandung dan Semarang, hingga 12 juta rupiah di TIM Jakarta. Itu tahun 1990-an loh, uang jajan saja masih 500 perak dan uang segitu udah bisa dapat soto satu mangkok plus es teh dan gorengan diplastik kasih sambal. Yah, begitulah. Ketika seseorang sudah fokus dan benar-benar mendalami keahliannya, maka uang akan datang menghampiri *malah ceramah motivasi.

Thursday, April 6, 2017

Puisi Puisi Online


Judul: Diet Stalking, Sepilihan Puisi
Penyusun: Anis Sayidah
Penyunting: Tia Setiadi
Sampul: Amalina
Cetakan: Pertama, Januari 2017
Tebal:119 hlm
Penerbit: DIVA Press
ISBN: 978-602-391-377-
0


Paling suka puisi yang ini:

SEJAK KAPAN, YANG DIKETIK
SELURUHNYA DENGAN HURUF-HURUF BESAR
DISANGKA SEDANG MARAH?

CAPSLOCK JADI SENDIRIAN
MENEPI DI SISI KEYBOARD PALING KIRI
DAN RAJIN MEMARAHI DIRINYA SENDIRI
                                                       (Capslock, hlm. 80)